SMP Sint Carolus menyelenggarakan
kegiatan Guru Tamu pada Kamis, 15 Januari 2026, bekerja sama dengan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Bengkulu. Kegiatan ini
menghadirkan Ibu Ratna dan Ibu Nora, selaku Penyuluh Hukum Ahli Pertama,
sebagai narasumber utama.
Dengan mengangkat tema “Bullying:
Konsekuensi dan Hukum untuk Anak”, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan
pemahaman yang komprehensif kepada para peserta didik mengenai bahaya bullying,
bentuk-bentuknya, serta konsekuensi yang dapat timbul baik secara sosial,
psikologis, maupun hukum.
Dalam pemaparannya, narasumber
menjelaskan berbagai macam bullying, mulai dari bullying verbal, fisik, sosial,
hingga cyberbullying. Peserta didik juga diajak memahami bahwa tindakan
bullying tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga memiliki konsekuensi
serius bagi pelaku. Bahkan, siswa yang mengetahui adanya praktik bullying namun
memilih diam dan tidak melaporkan, dapat dianggap turut terlibat.
Lebih lanjut, Ibu Ratna dan Ibu Nora
juga memberikan gambaran mengenai sistem hukum yang dapat dijalani oleh anak
apabila terlibat dalam kasus bullying maupun pelanggaran hukum lainnya. Untuk
memperkuat pemahaman, narasumber menyampaikan contoh-contoh nyata kasus
pelanggaran pelajar di Bengkulu, sehingga peserta didik dapat melihat langsung
dampak nyata dari tindakan yang melanggar aturan dan hukum.
Salah satu peserta didik, Samantha,
menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini.
“Saya jadi lebih tahu tentang
macam-macam bullying, konsekuensinya apa, bahkan kalau kita tahu ada bullying
dan tidak melapor, kita juga terlibat. Dan sebagai pelajar kita harus terbuka
bercerita kepada orang tua dan kepada guru,” ungkapnya.
Kegiatan Guru Tamu ini sejalan dengan
nilai Kedisiplinan Tarakanita, yang menekankan sikap taat pada aturan, tanggung
jawab atas setiap tindakan, serta keberanian untuk bersikap jujur dan peduli
terhadap sesama. Melalui pemahaman hukum dan refleksi kasus nyata, peserta
didik diajak untuk membangun disiplin diri dalam bersikap, berperilaku, dan
mengambil keputusan yang benar dalam kehidupan sehari-hari.
SMP Sint Carolus berharap kegiatan ini dapat
menjadi bekal bagi peserta didik untuk menciptakan lingkungan sekolah yang
aman, saling menghargai, dan bebas dari bullying, serta menumbuhkan karakter
pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas sesuai dengan
nilai-nilai Tarakanita.