Article Detail
Bersiap Diri Menjadi Pemimpin yang Sejati
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) adalah agenda rutin SMP Sint Carolus Bengkulu, namun tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya LDK dilaksanakan di luar sekolah, ditempat yang jauh dari keramaian, untuk pertama kalinya LDK dilaksanakan di sekolah. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi Tim LDK, yang digawangi oleh bu Elin, bu Nia, pak Giri, pak Arpen, pak Andri, dan pak Muridi, dimana Bapak Joko (kepala sekolah) sebagai Pelindung dan Ibu katrin (Wa.Ka.kesiswaan) sebagai penanggung jawab.
Pelaksanaan LDK secara resmi dibuka oleh ibu Katrin, yang mewakili Bp. Kepala Skeolah yang berhalangan hadir. Lalu sessi demi Sessi dapat berjalan dengan lancar dan para peserta yang berjumlah 28 siswa terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Setelah sessi Visi – Misi Sekolah, dan Dasar – Dasar Kepemimpinan, para peserta melakukan Home Visit ke warga disekitar sekolah. Home Visit ini dilaksanakan supaya peserta LDK memiliki pengalaman untuk berinteraksi langsung dengan orang lain, mempraktekkan nilai – nilai etika dan sopan santun yang selama ini mungkin hanya mereka pelajari secara teoritis saja di dalam kelas.
Setelah Home Visit, para peserta yang katholik diberi kesempatan untuk mengikuti misa sore di gereja St. Yohanes Penginjil Bengkulu, sedangkan yang non katholik melaksanakan doa lintas agama. Kegiatan malam hari, diawali dengan sharring hasil home visit dari masing – masing kelompok. Secara keseluruhan, home visit berjalan lancar dan memberi kesan tersendiri bagi peserta. Hal itu terlihat dari sharring yang mereka sampaikan. Salah satu hasil yang disampaikan yakni, pandangan masyarakat sekitar tentang keberadaan SMP Sint Carolus, baik pujian maupun kritikan. Contohnya, salah satu keluarga yang dikunjungi mengatakan bahwa SMP Sint Carolus mendidik siswanya dengan baik, disiplin, dan ramah. Sementara kritikan yang disampaikan seperti tentang sampah yang menumpuk dan masalah kurangnya penerangan disekitar lingkungan sekolah. Lalu berikutnya dilanjutkan materi tentang OSIS dan Public Speaking. Kegiatan hari pertama ditutup dengan Renungan Malam, dan lagu “Damai Bersamamu” nya Chrisye yang dinyanyikan bersama sama oleh para peserta mengakhiri hari, tepat pukul 00.00 WIB.
Hari kedua, diawali dengan senam dan doa pagi bersama-sama. Setelah menyantap sarapan, para peserta siap untuk melakukan aktivitas di luar ruangan. Diawali dengan latihan baris – berbaris, lalu dilanjutkan outbond. Outbond merupakan bagian yang paling ditunggu oleh para peserta, karena mereka akan ditantang bagaimana bisa bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan disetiap pos. Trojan lover, blind wall, run ball, mengurai borgol, buldozer, dan pemadam kebakaran. Dengan berbagai cara mereka berusaha menyelsaikan tantangan dalam setiap permainan, mulai dari terjatuh saat berjalan menggunakan trojan lover, berdesak-desakan ketika bermain runball, saling bertabrakan saat berusaha menjalankan buldozer manusia, berusaha memecahkan masalah dalam blind wall, berpikir keras untuk mengurai borgol bersama pasangannya masing – masing, hingga merelakan pakaian dan seluruh badan basah kuyup karena berusaha menyelesaikan permainan pemadam kebakaran, semua peserta lewati dengan penuh semangat.
Setelah outbond dan di selingi istirahat, para peserta diajak kembali berkumpul di meeting room, untuk kembali merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah mereka ikuti. Evaluasi kegiatan menjadi salah satu bagian penting demi kemajuan pelaksanaan LDK di tahun – tahun berikutnya, sebelum akhirnya kegiatan LDK tahun 2013 ini di tutup secara resmi oleh Bp. Kepala Sekolah.
Sesuai dengan tema yang diangkat pada LDK tahun ini, yakni “ Bersiap Diri Menjadi pemimpin yang sejati”, maka para peserta diharapkan dapat mengambil nilai – nilai positi dari setiap materi ataupun permainan yang telah disampaikan. Menjadi pemimpin tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Dari hasil refleksi akhir kegiatan, muncul niat dari para peserta bahwa mereka ingin menjadi pemimpin yang takut akan Tuhan dan paternalistik. Setidaknya itulah “Pemimpin Sejati” menurut mereka. Salah satu wadah yang bisa mendukung perkembangan jiwa kepemimpinan mereka adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Para peserta LDK diharapkan mampu berada di garda depan di dalam satu – satunya organisasi siswa di SMP Sint Carolus Bengkulu. Selamat berjuang !!!! ingatlah selalu bahwa, “ Orang biasa memiliki angan – angan, namun seorang pemimpin memiliki tujuan” . Maju terus SMP Sint Carolus Bengkulu.
Pelaksanaan LDK secara resmi dibuka oleh ibu Katrin, yang mewakili Bp. Kepala Skeolah yang berhalangan hadir. Lalu sessi demi Sessi dapat berjalan dengan lancar dan para peserta yang berjumlah 28 siswa terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Setelah sessi Visi – Misi Sekolah, dan Dasar – Dasar Kepemimpinan, para peserta melakukan Home Visit ke warga disekitar sekolah. Home Visit ini dilaksanakan supaya peserta LDK memiliki pengalaman untuk berinteraksi langsung dengan orang lain, mempraktekkan nilai – nilai etika dan sopan santun yang selama ini mungkin hanya mereka pelajari secara teoritis saja di dalam kelas.
Setelah Home Visit, para peserta yang katholik diberi kesempatan untuk mengikuti misa sore di gereja St. Yohanes Penginjil Bengkulu, sedangkan yang non katholik melaksanakan doa lintas agama. Kegiatan malam hari, diawali dengan sharring hasil home visit dari masing – masing kelompok. Secara keseluruhan, home visit berjalan lancar dan memberi kesan tersendiri bagi peserta. Hal itu terlihat dari sharring yang mereka sampaikan. Salah satu hasil yang disampaikan yakni, pandangan masyarakat sekitar tentang keberadaan SMP Sint Carolus, baik pujian maupun kritikan. Contohnya, salah satu keluarga yang dikunjungi mengatakan bahwa SMP Sint Carolus mendidik siswanya dengan baik, disiplin, dan ramah. Sementara kritikan yang disampaikan seperti tentang sampah yang menumpuk dan masalah kurangnya penerangan disekitar lingkungan sekolah. Lalu berikutnya dilanjutkan materi tentang OSIS dan Public Speaking. Kegiatan hari pertama ditutup dengan Renungan Malam, dan lagu “Damai Bersamamu” nya Chrisye yang dinyanyikan bersama sama oleh para peserta mengakhiri hari, tepat pukul 00.00 WIB.
Hari kedua, diawali dengan senam dan doa pagi bersama-sama. Setelah menyantap sarapan, para peserta siap untuk melakukan aktivitas di luar ruangan. Diawali dengan latihan baris – berbaris, lalu dilanjutkan outbond. Outbond merupakan bagian yang paling ditunggu oleh para peserta, karena mereka akan ditantang bagaimana bisa bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan disetiap pos. Trojan lover, blind wall, run ball, mengurai borgol, buldozer, dan pemadam kebakaran. Dengan berbagai cara mereka berusaha menyelsaikan tantangan dalam setiap permainan, mulai dari terjatuh saat berjalan menggunakan trojan lover, berdesak-desakan ketika bermain runball, saling bertabrakan saat berusaha menjalankan buldozer manusia, berusaha memecahkan masalah dalam blind wall, berpikir keras untuk mengurai borgol bersama pasangannya masing – masing, hingga merelakan pakaian dan seluruh badan basah kuyup karena berusaha menyelesaikan permainan pemadam kebakaran, semua peserta lewati dengan penuh semangat.
Setelah outbond dan di selingi istirahat, para peserta diajak kembali berkumpul di meeting room, untuk kembali merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah mereka ikuti. Evaluasi kegiatan menjadi salah satu bagian penting demi kemajuan pelaksanaan LDK di tahun – tahun berikutnya, sebelum akhirnya kegiatan LDK tahun 2013 ini di tutup secara resmi oleh Bp. Kepala Sekolah.
Sesuai dengan tema yang diangkat pada LDK tahun ini, yakni “ Bersiap Diri Menjadi pemimpin yang sejati”, maka para peserta diharapkan dapat mengambil nilai – nilai positi dari setiap materi ataupun permainan yang telah disampaikan. Menjadi pemimpin tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Dari hasil refleksi akhir kegiatan, muncul niat dari para peserta bahwa mereka ingin menjadi pemimpin yang takut akan Tuhan dan paternalistik. Setidaknya itulah “Pemimpin Sejati” menurut mereka. Salah satu wadah yang bisa mendukung perkembangan jiwa kepemimpinan mereka adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Para peserta LDK diharapkan mampu berada di garda depan di dalam satu – satunya organisasi siswa di SMP Sint Carolus Bengkulu. Selamat berjuang !!!! ingatlah selalu bahwa, “ Orang biasa memiliki angan – angan, namun seorang pemimpin memiliki tujuan” . Maju terus SMP Sint Carolus Bengkulu.
Comments
-
there are no comments yet
Leave a comment